MAKALAH KIMIA FISIKA
“EKSTARKSI”

Dosen Pengampu :
Dra. Dewi Kurniasih
Disusun Oleh :
META RAHAYU DEASTY
Tingkat/semester:
1c/semester1
AKADEMI ANALIS KESEHATAN
PROVINSI JAMBI
2012
KATA
PENGANTAR
Puji dan
syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang mana berkat rahmat dan karunia-Nya
kami dapat menyelesaikan makalah kami yang berjudul “EKSTRAKSI”
Dalam makalah ini kami menjelaskan mengenai pengertian secara umum. Adapuan tujuan
kami menulis makalah ini yaitu untuk memenuhi tugas dari dosen pengampu yang
membimbing kami dalam mata kuliah KIMIA FISIKA. Di sisi lain, kami menulis
makalah ini untuk mengetahui lebih rinci mengenai EKSTRAKSI.
Kami menyadari makalah ini masih jauh dari keempurnaan. Oleh sebab itu, kami
mengharapkan kritik dan saran para pembaca demi kesempurnaan makalah Kami untuk
ke depannya. Mudah-mudahan makalah ini bermanfaat
bagi kita semua terutama bagi mahasiswa-mahasiswa
yang mengikuti mata kuliah Kimia Fisiska. Khususnya di AKADEMI ANALIS
KESEHATAN.
Jambi, 14 Desember 2012
Penyusun
DARTAR ISI
Kata Pengantar
Daftar Isi
BAB I PENDAHULUAN………………………………………………………………………………………………
1.1. Latar
Belakang……………………………………………………………………………………………..
1.2. Rumusan
Masalah……………………………………………………………………………………….
1.3. Tujuan
Penulisan…………………………………………………………………………………………
BAB II PEMBAHASAN……………………………………………………………………………………………….
2.1.Definisi Ekstraksi………………………………………………………………………………………….
2.2.Tujuan EKstraksi………………………………………………………………………………………….
2.3.Jenis-Jenis Ekstraksi……………………………………………………………………………………..
a.Ekstraksi
Cara Dingin………………………………………………………………………….
b.Ekstraksi
Cara Panas………………………………………………………………………….
2.4.Ekstraksi Berdasarkan Campurannya…………………………………………………………..
2.5.Faktor-Faktor Yang Menguntungkan
Ekstraksi…………………………………………….
2.6.Reagensia Untuk Ekstraksi………………………………………………………………………….
2.7.Beberapa Pertimbangan Untuk Ekstraksi…………………………………………………….
2.8.Beberapa Bahan Alam yang DapatDi
Ekstraksi……………………………………………
BAB III PENUTUP……………………………………………………………………………………………………
3.1.Kesimpilan…………………………………………………………………………………………………
3.2.Saran…………………………………………………………………………………………………………
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.
LATAR
BELAKANG
Metode pemisahan merupakan aspek penting dalam bidang kimia karena
kebanyakan materi yang terdapat di alam berupa campuran.Untuk memperoleh materi
murni dari suatu campuran, kita harus melakukan pemisahan.Berbagai teknik
pemisahan dapat diterapkan untuk memisahkan campuran.Perusahaan air minum,
memperoleh air jernih dari air sungai melalui penyaringan pasir dan arang.
Pembahasan pada bab ini akan difokuskan pada teknik pemisahan ekstraksi.
Ekstraksi pelarut pada umumnya digunakan untuk memisahkan sejumlah gugus yang
diinginkan.Teknik pengerjaan meliputi penambahan pelarut organik pada larutan
air yang mengandung gugus yang bersangkutan. Dalam pemilihan pelarut organik
diusahakan agar kedua jenis pelarut (dalam hal ini pelarut organik dan air)
tidak saling tercampur satu sama lain. Selanjutnya proses pemisahan dilakukan
dalamcorong pemisah dengan jalan pengocokan beberapa kali. Partisi zat-zat
terlarut antara dua cairan yang tidak dapat campur (immiscible).
Diantara berbagai jenis metode pemisahan, ekstraksi pelarut atau
disebut juga ekstraksi air merupakan metode pemisahan yang paling baik dan
popular. Alasan utamanya adalah bahwa pemisahan ini dapat dilakukan baik dalam
tingkat makro ataupun mikro.Seseorang tidak memerlukan alat yang khusus atau
canggih kecuali corong pemisah.Prinsip metode ini didasarkan pada distribusi
zat terlarut dengan perbandingan tertentu antara dua pelarut yang tidak saling
bercampur seperti benzene, karbon tetraklorida atau kloroform.Batasannya adalah
zat terlarut dapat ditransfer pada jumlah yang berbeda dalam kedua fase
pelarut.Teknik ini dapat digunakan untuk preparative dan pemurnian.Mula-mula
metode ini dikenal dalam kimia analisis.
1.2.
RUMUSAN
MASALAH
1.Apa yang dimaksud dengan ekstraksi? .
2.Apa tujuan dari ekstraksi?.
3.Jelaskan masing-masing jenis
ekstraksi?.
4.Apa saja reagensia yang digunakan
untuk ekstraksi?.
1.3.
TUJUAN
PENULISAN
Untuk memberikan
pengetahuan kepada para pembaca khususnya mahasiswa/mahasiswi tentang
“EKSTRAKSI” yang dilakukan didalam melakukan analisa.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1.DEFINISI EKSTRAKSI
Ekstraksi adalah suatu
proses pemisahan suatu subtansi atau zat dari campurannya dengan menggunakan
pelarut yang sesuai.
2.2.TUJUAN EKSTRAKSI
untuk
menarik semua komponen kimia yang terdapat dalam simplisia. Ekstraksi ini
didasarkan pada perpindahan massa komponen zat padat ke dalam pelarut dimana
perpindahan mulai terjadi pada lapisan antar muka, kemudian berdifusi masuk ke
dalam pelarut.
Secara umum,
terdapat empat situasi dalam menentukan tujuan ekstraksi:
1. Senyawa kimia
telah diketahui identitasnya untuk diekstraksi dari organisme.Dalam kasus ini, prosedur
yang telah dipublikasikan dapat diikuti dan dibuat modifikasi yang sesuai untuk
mengembangkan proses atau menyesuaikan dengankebutuhanpemakai.
2. Bahan diperiksa
untuk menemukan kelompok senyawa kimia tertentu, misalnya alkaloid, flavanoid
atau saponin, meskipun struktur kimia sebetulnya dari senyawa ini bahkan
keberadaannya belum diketahui. Dalam situasi seperti ini, metode umum yang
dapat digunakan untuk senyawa kimia yang diminati dapat diperoleh dari pustaka.
Hal ini diikuti dengan uji kimia atau kromatografik yang sesuai untuk kelompok
senyawa kimia tertentu.
3. Organisme
(tanaman atau hewan) digunakan dalam pengobatan tradisional, dan biasanya
dibuat dengan cara, misalnya Tradisional Chinese medicine (TCM) seringkali
membutuhkan herba yang dididihkan dalam air dan dekok dalam air untuk diberikan
sebagai obat. Proses ini harus ditiru sedekat mungkin jika ekstrak akan melalui
kajian ilmiah biologi atau kimia lebih lanjut, khususnya jika tujuannya untuk
memvalidasi penggunaan obat tradisional.
4. Sifat senyawa
yang akan diisolasi belum ditentukan sebelumnya dengan cara apapun. Situasi ini
(utamanya dalam program skrining) dapat timbul jika tujuannya adalah untuk
menguji organisme, baik yang dipilih secara acak atau didasarkan pada
penggunaan tradisional untuk mengetahui adanya senyawa dengan aktivitas biologi
khusus.
Proses
pengekstraksian komponen kimia dalam sel tanaman yaitu pelarut organik akan
menembus dinding sel dan masuk ke dalam rongga sel yang mengandung zat aktif,
zat aktif akan larut dalam pelarut organik di luar sel, maka larutan terpekat
akan berdifusi keluar sel dan proses ini akan berulang terus sampai terjadi
keseimbangan antarakonsentrasi cairanzataktifdidalam dan di luar sel.
2.3.JENIS-JENIS
EKSTRAKSI
A.Ekstraksi
secara dingin
1.Metode
meserasi
Istilah
meceration berasal dari bahasa latin macerare yang artinya “merendam”. meserasi
adalah mencari zat aktif yang dilakukan dengan cara merendam serbuk simplisia
dalam cairan penyari yang sesuai selama tiga hari pada temperatur kamar
terlindung dari cahaya, cairan penyari akan masuk ke dalam sel melewati dinding
sel. Isi sel akan larut karena adanya perbedaan konsentrasi antara larutan di
dalam sel dengan di luar sel. Larutan yang konsentrasinya tinggi akan terdesak
keluar dan diganti oleh cairan penyari dengan konsentrasi rendah ( proses
difusi ). Peristiwa tersebut berulang sampai terjadi keseimbangan konsentrasi
antara larutan di luar sel dan di dalam sel. Selama proses maserasi dilakukan
pengadukan dan penggantian cairan penyari setiap hari. Endapan yang diperoleh
dipisahkan dan filtratnya dipekatkan.
2.Metode Soxhletes
Penarikan komponen kimia yang dilakukan dengan cara serbuk simplisia
ditempatkan dalam klonsong yang telah dilapisi kertas saring sedemikian rupa,
cairan penyari dipanaskan dalam labu alas bulat sehingga menguap dan
dikondensasikan oleh kondensor bola menjadi molekul-molekul cairan penyari yang
jatuh ke dalam klonsong menyari zat aktif di dalam simplisia dan jika cairan
penyari telah mencapai permukaan sifon, seluruh cairan akan turun kembali ke
labu alas bulat melalui pipa kapiler hingga terjadi sirkulasi. Ekstraksi
sempurna ditandai bila cairan di sifon tidak berwarna, tidak tampak noda jika
di KLT, atau sirkulasi telah mencapai 20-25 kali. Ekstrak yang diperoleh
dikumpulkan dan dipekatkan.
3.Metode Perkolasi
Istilah perkolasi berasal dari bahasa latin, per yang artinya “memulai” dan
colare yang artinya”merembes”.
Pencarian zat aktif yang
dilakukan dengan cara serbuk simplisia dimaserasi selama 3 jam, kemudian
simplisia dipindahkan ke dalam bejana silinder yang bagian bawahnya diberi
sekat berpori, cairan penyari dialirkan dari atas ke bawah melalui simplisia
tersebut, cairan penyari akan melarutkan zat aktif dalam sel-sel simplisia yang
dilalui sampai keadan jenuh. Gerakan ke bawah disebabkan oleh karena gravitasi,
kohesi, dan berat cairan di atas dikurangi gaya kapiler yang menahan gerakan ke
bawah. Perkolat yang diperoleh dikumpulkan, lalu dipekatkan.
B.Ekstraksi secara panas
1.Metode refluks
Penarikan komponen kimia yang dilakukan dengan cara
sampel dimasukkan ke dalam labu alas bulat bersama-sama dengan cairan penyari
lalu dipanaskan, uap-uap cairan penyari terkondensasi pada kondensor bola
menjadi molekul-molekul cairan penyari yang akan turun kembali menuju labu alas
bulat, akan menyari kembali sampel yang berada pada labu alas bulat, demikian
seterusnya berlangsung secara berkesinambungan sampai penyarian sempurna,
penggantian pelarut dilakukan sebanyak 3 kali setiap 3-4 jam. Filtrat yang
diperoleh dikumpulkan dan dipekatkan.
2.Metode Destilasi uap
Pencarian minyak menguap dengan cara simplisia dan air
ditempatkan dalam labu berbeda. Air dipanaskan dan akan menguap, uap air akan
masuk ke dalam labu sampel sambil mengekstraksi minyak menguap yang terdapat
dalam simplisia, uap air dan minyak menguap yang telah terekstraksi menuju
kondensor dan akan terkondensasi, lalu akan melewati pipa alonga, campuran air
dan minyak menguap akan masuk ke dalam corong pisah, dan akan memisah antara
air dan minyak atsiri.
3.Metode Rotavapor
Proses pemisahan ekstrak dari cairan penyarinya dengan pemanasan yang
dipercepat oleh putaran dari labu alas bulat, cairan penyari dapat menguap
5-10º C di bawah titik didih pelarutnya disebabkan oleh karena adanya penurunan
tekanan. Dengan bantuan pompa vakum, uap larutan penyari akan menguap naik ke
kondensor dan mengalami kondensasi menjadi molekul-molekul cairan pelarut murni
yang ditampung dalam labu alas bulat penampung.
2.4.EKSTRAKSI BERDASARKAN
CAMPURANNYA
·
Ekstraksi Cair-cair
Ekstraksi
cair(ekstraksi pelarut) adalah zat yang di ekstraksi di dalam csmpuran
berbentuk cair yang di gunakan untuk memeisahkan zat seperti iod atau logam
tertentu di dalam ait.
·
Ekstraksi Padat-Cair
Ekstraksi padat cair adalah zat yang diekstraksi di dalam campuran yang
berbentuk padat. digunakan untuk mengisolasi zat berkhasiat yang terkandung
dalam bahan alam.
2.5.FAKTOR-FAKTOR YANG MENGUNTUNGKAN DARI EKSTRAKSI
o Kekuatan basa
dari gugus penyempit(pengelat). kestabilann kompleks sepit yang terbentuk oleh
suatu ion logam tertentu, umumnya bertambah dengan bertambahnya kekuatan basa
zat penyempit sepeti di ukur dari nilai pK
-nya.
o Sifat dari atom
donor(penyumbang)dalam zat penyempit. ligan-ligan yang mengandung atom-atom
dari jenis basa lunak,membentuk kompleks-kompleks mereka yang paling stabil
dengan ion-ion logam dari grup klas(b) yang relatif sedikit itu,
(yaitu:asam-asam lunak), maka merupakan reagensia yang lebih selektif.
o Ukuran cincin.
cincin sepit-terkonjugasi yang beranggota-lima atau eman, adalah yang paling
stabil, karena zatini mempunyai regangangan yang minimum. gugus fungsional dari
ligan harus terletak sedemikian sehingga mereka memungkinkan terbentuknya
sebuah cincin yang stabil.
o Efek resonansi
dan sterik. kestabialn stuktur sepit meninggkat oleh sumbangan berupa
struktur-stuktur resonansi pada cincin sepit itu.
2.6.REAGENSIA
UNTUK EKSTRAKSI
Banyak kompleks logam bewarna dalam larutan air,
bila di ekstraksi dengan sebuah pelarut alami, ekstrak yang bewarna itu dapat
dipakai langsung untuk menetapkan konsentrasi logam itu dengan teknik
kolorimetri, atau spektrofotometri.
-
Asetilaseton(pentana-2,4-dion).
-
Tenoiltrifluoroaseton(TTA=Thenoyltrifluoroacetone)
-
8-hidroksikuinolina
(oksina)
-
dimetilglioksim
-
1-nitroso-2-naftol
-
kupferon
(garam amonium dari N-nitosol-N-fenilhi8droksilamina)
-
difeniltiokarbazon
(ditizon)
-
natrium
dietilditiokarbamat
-
toluena-3,4-ditiol
(ditiol)
-
tri-n-butil
fosfat
-
tri-n-oktifosfina
oksida
2.7. BEBERAPA PERTIMBANGAN PRAKTIS UNTUK
EKSTRAKSI
Ekstraksi pelarut digunakan dalam analisis untuk
memisahkan suatau zat terlarut yang dianggap penting dari zat yang mengganggu
dalam analisis kuantitatif terakhir tehadap bahan.
Pemilihan pelarut untuk ekstraksi ditentukan oleh
pertimbangan-pertimbang sebagai berikut :
1.
angka
banding distribusi yang tinggi untuk zat terlarut,angka banding rendah untuk
zat pengotor yang tidak diinginkan.
2.
kelarutan
yang rendah dalam fase air
3.
viskositas
yang cukup rendah, dan rapatan yang cukup besar dari fase air untuk mencegah
terbentuknya emersi
4.
keberacunan
(toksisitas) yang rendah, tidak mudah terbakar
5.
mudah
mengambil zat terlarut dari zat pelarut untuk analisis berikutnya.
2.8 BEBERAPA BAHAN ALAM YANG DAPAT DI EKSTRAKSI
-
Kunyit
-
Kayu
Manis
-
Cengkeh
-
Temulawak
-
Daun Jambu Biji
-
Kopi
-
Daun Jeruk, dll.
BAB III
PENUTUP
3.1. KESIMPULAN
1. Ekstraksi adalah suatu proses pemisahan suatu subtansi atau zat dari campurannya dengan
menggunakan pelarut yang sesuai.
2.Jenis-jenis Ekstraksi dibagi menjadi dua
macam yaitu:
1.Ekstraksi cara Dingin
a.Metode Meserasi
b.Metode Soxhlet
c.Metode Perkolasi
2.Ekstraksi Cara Panas
a.Metode refluks
b.Metode Destilasi Uap
c.Metode Retavapor
3. Reagensia
Untuk Ekstrasi adalah Asetilaseton(pentana-2,4 dion),Tenoiltrifluoroaseton(TTA=Thenoyltrifluoroacetone),8-hidroksikuinolina (oksina),dimetilglioksim,1-nitroso-2-naftol,kupferon (garam amonium dari
N-nitosol-N-fenilhi8droksilamina),difeniltiokarbazon (ditizon),natrium dietilditiokarbamat,toluena-3,4-ditiol (ditiol),tri-n-butil fosfat,tri-n-oktifosfina
oksida.
4.Beberapa Bahan Alam yang Dapat DIgunakan
Dalam Ekstraksi adalah seperti Kunyit,Kayu Manis,Cengkeh,Temulawak,Daun Jambu Biji,Kopi,Daun
Jeruk, dll.
3.2. SARAN
Perlu diadakannya pelatihan atau
praktek langsung tentang ekstraksi agar para mahasiswa/mahasiswi dapat
mengaplikasikan teori yang didapatkan dari berbagai sumber agar lebih memahami
lebih dalam.
terimakasih info x
BalasHapusmba boleh minta sumber atau dapusnya?
BalasHapusiya nih dapusnya . jadi tau itu dari literatur mana . minimal di kasih kutipan di ujung kalimat
BalasHapus